← Kembali ke Ruang Keilmuan
Fiqih Sehari-hari

Tata Cara Shalat Jenazah Lengkap (Panduan Praktis 4 Takbir)

مَنْ شَهِدَ الْجَنَازَةَ حَتَّى يُصَلَّى عَلَيْهَا فَلَهُ قِيرَاطٌ، وَمَنْ شَهِدَهَا حَتَّى تُدْفَنَ فَلَهُ قِيرَاطَانِ

"Barangsiapa melayat jenazah hingga menshalatkannya, maka ia memperoleh satu qirath pahala; dan barangsiapa menyertainya hingga dimakamkan, maka ia memperoleh dua qirath pahala (sebesar dua gunung besar). (HR. Bukhari)"

Shalat jenazah berhukum fardhu kifayah. Ketika ada warga lingkungan yang meninggal dunia, kewajiban warga muslim di sekitarnya adalah memandikan, mengafani, menshalatkan, dan menguburkannya.

Shalat jenazah dilakukan dengan berdiri tegak tanpa ruku' dan sujud dengan 4 kali takbir:

1. Niat dan Takbir Pertama (Takbiratul Ihram):

Setelah takbir pertama, membaca Surat Al-Fatihah dengan khusyuk.

2. Takbir Kedua:

Setelah takbir kedua, membaca Shalawat Nabi:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

3. Takbir Ketiga:

Membaca doa khusus untuk jenazah:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ
(Jika jenazah wanita, dhamir diganti laha: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهَا وَارْحَمْهَا)

4. Takbir Keempat:

Membaca doa bagi kaum muslimin yang ditinggalkan:

اللَّهُمَّ لَا تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلَا تَفْتِنَّا بَعْدَهُ وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهُ

5. Salam:

Menoleh ke kanan dan ke kiri sambil mengucapkan:

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ
📚 Kitab / Rujukan Referensi: Shahih Al-Bukhari no. 1325, Kitab Al-Jana'iz