← Kembali ke Ruang Keilmuan
Lainnya

Adab Menjenguk Tetangga Sakit & Doa Kesembuhan Nabawi

حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ سِتٌّ: إِذَا لَقِيتَهُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ، وَإِذَا دَعَاكَ فَأَجِبْهُ، وَإِذَا اسْتَنْصَحَكَ فَانْصَحْ لَهُ، وَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اللَّهَ فَشَمِّتْهُ، وَإِذَا مَرِضَ فَعُدْهُ، وَإِذَا مَاتَ فَاتَّبِعْهُ

"Hak seorang muslim atas sesamanya ada enam: bila berjumpa berilah salam, bila diundang penuhilah, bila dimintai nasihat berilah nasihat, bila bersin memuji Allah doakanlah, bila sakit jenguklah, dan bila wafat antarkan jenazahnya. (HR. Muslim)"

Menjenguk tetangga yang terbaring sakit merupakan amalan agung yang menguatkan persaudaraan dan menghadirkan malaikat yang mendoakan rahmat bagi yang menjenguk.

Adab menjenguk tetangga:

1. Memilih waktu yang tepat agar tidak mengganggu waktu istirahat si sakit.

2. Memberikan motivasi, kalimat penyemangat, dan senyuman penuh kehangatan.

3. Membaca doa kesembuhan yang diajarkan Rasulullah SAW:

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا

"Ya Allah, Tuhan seluruh manusia, hilangkanlah rasa sakit ini, sembuhkanlah karena Engkau adalah Dzat Penyembuh. Tiada kesembuhan selain kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan sisa penyakit sedikit pun."

📚 Kitab / Rujukan Referensi: Shahih Muslim no. 2162