← Kembali ke Ruang Keilmuan
Lainnya

Kisah Nabi Zulkifli AS: Sosok Penyanggup Amanah, Berpuasa Siang Hari & Menegakkan Keadilan

وَإِسْمَاعِيلَ وَإِدْرِيسَ وَذَا الْكِفْلِ ۖ كُلٌّ مِنَ الصَّابِرِينَ ۝ وَأَدْخَلْنَاهُمْ فِي رَحْمَتِنَا ۖ إِنَّهُمْ مِنَ الصَّالِحِينَ

"Dan (ingatlah kisah) Ismail, Idris dan Zulkifli. Semua mereka termasuk orang-orang yang sabar. Kami telah memasukkan mereka kedalam rahmat Kami. Sesungguhnya mereka termasuk orang-orang yang saleh. (QS. Al-Anbiya: 85-86)"

Zulkifli bermakna 'orang yang sanggup menanggung amanah'. Nama asli beliau adalah Basyar, putra dari Nabi Ayyub AS. Suatu ketika, raja di negerinya yang telah lanjut usia mencari pengganti dengan mengajukan tiga syarat berat: sanggup berpuasa di siang hari, sanggup beribadah shalat malam, dan sanggup menahan amarah saat memutuskan perkara.

Nabi Zulkifli berdiri dan menyanggupi ketiga syarat tersebut. Beliau memimpin rakyatnya dengan penuh keadilan, berpuasa setiap hari, menghidupkan malam dengan shalat, dan tidak pernah mengeluh atau marah walau digoda oleh iblis yang menyamar sebagai rakyat cerewet. Beliau menepati seluruh janji kepemimpinannya hingga akhir hayat.

Hikmah bagi Warga:

1. Memegang teguh setiap amanah jabatan RT atau kepengurusan warga dengan tulus.

2. Mampu mengendalikan amarah dan emosi dalam menghadapi permasalahan warga.

3. Disiplin beribadah dan melayani sesama tanpa pamrih.

📚 Kitab / Rujukan Referensi: Kitab Qashashul Anbiya' karya Al-Hafizh Ibnu Katsir & Tafsir Ibnu Katsir