← Kembali ke Ruang Keilmuan
Lainnya

Kisah Nabi Yahya AS: Diberi Hikmah Sejak Belia, Berani Membela Hukum Syariat & Berhati Suci

يَا يَحْيَىٰ خُذِ الْكِتَابَ بِقُوَّةٍ ۖ وَآتَيْنَاهُ الْحُكْمَ صَبِيًّا ۝ وَحَنَانًا مِنْ لَدُنَّا وَزَكَاةً ۖ وَكَانَ تَقِيًّا

""Hai Yahya, ambillah Al Kitab (Taurat) itu dengan sungguh-sungguh." Dan Kami berikan kepadanya hikmah selagi ia masih kanak-kanak, dan rasa belas kasihan yang mendalam dari sisi Kami dan bersih (dari dosa). Dan ia adalah seorang yang bertakwa. (QS. Maryam: 12-13)"

Nabi Yahya 'Alaihissalam adalah putra Nabi Zakariya. Sejak kecil, beliau tidak tergiur permainan sia-sia, melainkan menghabiskan waktu mempelajari kitab Taurat dan beribadah di Baitul Maqdis. Beliau dikaruniai hati yang sangat lembut, penuh kasih sayang kepada sesama manusia dan hewan, serta tidak pernah sombong atau durhaka kepada kedua orang tuanya.

Nabi Yahya sangat berani menegakkan hukum Allah tanpa takut celaan penguasa. Beliau secara tegas menentang rencana pernikahan terlarang (inses) Raja Herodes dengan anak tirinya sendiri (Herodias) karena melanggar syariat agama. Keteguhannya memegang hukum Allah membuatnya gugur sebagai syahid yang mulia.

Hikmah bagi Warga:

1. Mendidik anak-anak muda RT agar mencintai Al-Qur'an dan menuntut ilmu agama sejak kecil.

2. Berbakti dan berbuat baik kepada kedua orang tua di usia senja mereka.

3. Berani berdiri membela kebenaran dan menegakkan aturan hukum yang adil.

📚 Kitab / Rujukan Referensi: Kitab Qashashul Anbiya' karya Al-Hafizh Ibnu Katsir & Tafsir Ibnu Katsir