Tuntunan lengkap yasinan malam Jum'at dan tahlilan warga RT. 02 RW. 01 Desa Brecek. Lengkap dengan teks Arab Rasm Utsmani, transliterasi Latin, terjemahan resmi, serta doa arwah.
Ila ḫadlratin-nabiyyil-musthafâ sayyidinâ Muḫammadin shallallahu ‘alaihi wa sallama wa âlihi wa azwâjihi wa awlâdihi wa dzurriyyâtihi al-fâtiḫah
Kepada yang terhormat Nabi Muhammad ﷺ, segenap keluarga, istri-istrinya, anak-anaknya, dan keturunannya. Bacaan Al-Fatihah ini kami tujukan kepada Allah dan pahalanya untuk mereka semua. Al-Fatihah…
Tsumma ilâ ḫadlrati ikhwânihi minal-anbiya’i wal-mursalîn wal-auliya’i wasy-syuhadâ’i wash-shâlihîn wash-shaḫâbati wat tâbi‘în wal-‘ulamâ’il-‘âmilîn wal-mushannifînal-mukhlishîn wa jamî‘il-malâikatil-muqarrabîn, khusûshan ilâ sayyidinâsy-syaikh ‘abdil qâdir al-jîlânî wa khushûshan ilâ muassisî jam‘iyyah Nahdlatil Ulama, al-fâtiḫah
Lalu kepada segenap saudara beliau dari kalangan pada nabi, rasul, wali, syuhada, orang-orang saleh, sahabat, tabi‘in, ulama al-amilin (yang mengamalkan ilmunya), ulama penulis yang ikhlas, semua malaikat Muqarrabin, terkhusus kepada Syekh Abdul Qadir al-Jilani dan para pendiri organisasi Nahdlatul Ulama. Bacaan Al-Fatihah ini kami tujukan kepada Allah dan pahalanya untuk mereka semua. Al-Fatihah.
Tsumma ilâ jamî‘i ahlil-qubûri minal-muslimîna wal-muslimâti wal-mu’minîna wal-mu’minâti min masyâriqil-ardli ilâ maghâribihâ barrihâ wa baḫrihâ khushushan ilâ abâ’inâ wa ummahâtinâ wa ajdâdinâ wa jaddâtina wa masyâkhinâ wa masyâyikhi masyâyikhinâ wa asâtidzati asâtidzatinâ wa liman aḫsana ilainâ wa liman ijtama‘nâ hâhunâ bisababihi, al-fâtiḫah
Kemudian kepada semua ahli kubur Muslimin, Muslimat, Mukminin, Mukminat dari Timur ke Barat, baik di laut dan di darat, khususnya bapak kami, ibu kami, kakek kami, nenek kami, guru kami, pengajar dari guru kami, mereka yang telah berbuat baik kepada kami, dan bagi ahli kubur/arwah yang menjadi sebab kami berkumpul di sini. Bacaan Al-Fatihah ini kami tujukan kepada Allah dan pahalanya untuk mereka semua. Al-Fatihah.
Tsumma ilâ jamî‘i ahlil-qubûri mimman dzukirot asmâ’uhu fi hâdzihir risâlati, ḫadlrati rûhi…, wa ḫadlrati rûhi…, wa ḫadlrati rûhi…, roḫimahumullâhu wa ghafarahum, al-fâtiḫah
Kemudian kepada semua ahli kubur, yang namanya disebutkan dalam risalah ini. Kepada…, dan kepada…, dan kepada…. Semoga Allah merahmati dan mengampuni mereka. Bacaan Al-Fatihah ini kami tujukan kepada Allah dan pahalanya untuk mereka semua. Al-Fatihah.
Bismillâhir-raḫmânir-raḫîm(i), Qul huwallâhu aḫad, Allâhush-shamad, lam yalid wa lam yûlad, wa lam yakul lahû kufuwan aḫad 3x
Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.” (3 kali).
Bacaan #6
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
Lâ ilâha illâllâhu wallâhu akbar
Tiada tuhan yang layak disembah kecuali Allah. Allah maha besar.
Bismillâhir-raḫmânir-raḫîm(i), Qul a‘udzu bi rabbil-falaq, min syarri mâ khalaq, wa min syarri ghâsiqin idzâ waqab, wa min syarrin-naffâtsâti fîl-‘uqad, wa min syarri ḫâsidin idzâ ḫasad
Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar), dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya), dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.”
Bacaan #8
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
Lâ ilâha illâllâhu wallâhu akbar
Tiada tuhan yang layak disembah kecuali Allah. Allah maha besar.
Bismillâhir-raḫmânir-raḫîm(i), Qul a‘udzû bi rabbin-nâs, malikin-nâs, ilahin-nâs, min syarril-waswâsil khannâs, alladzi yuwaswisu fî shudûrin-nâs, minal-jinnati wan-nâs.
Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhannya manusia, raja manusia, sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.”
Bacaan #10
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
Lâ ilâha illâllâhu wa Allâhu Akbar
Tiada tuhan yang layak disembah kecuali Allah. Allah maha besar.
Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Yang maha pengasih lagi maha penyayang. Yang menguasai hari pembalasan. Hanya kepada-Mu kami menyembah. Hanya kepada-Mu pula kami memohon pertolongan. Tunjukkanlah kami ke jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Kauanugerahi nikmat kepada mereka, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat. Semoga Kaukabulkan permohonan kami.
Bismillâhir-rahmânir-rahîm(i), Alif Lâm Mîm, dzâlikal-kitâbu lâ raiba fîhi, hudal-lilmuttaqîn, al-ladzîna yu’minûna bil-ghaibi wa yuqîmûnash-shalâta wa mimmâ razaqnâhum yunfiqûn, wal-ladzîna yu’minûna bimâ unzila ilaika wa mâ unzila min qablika, wa bil-âkhirati hum yûqinûn, ulâ’ika ‘alâ hudam mir rabbihim wa ulâ’ika humul-mufliḫûn.
Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Alif lam mim. Demikian itu kitab ini tidak ada keraguan padanya. Sebagai petunjuk bagi mereka yang bertakwa. Yaitu mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang kami anugerahkan kepada mereka. Dan mereka yang beriman kepada kitab Al-Qur’an yang telah diturunkan kepadamu (Muhammad ﷺ) dan kitab-kitab yang telah diturunkan sebelumnya, serta mereka yakin akan adanya kehidupan akhirat. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari tuhannya. Merekalah orang orang yang beruntung.
Allahu lâ ilâha illa huwal-ḫayyul-qayyûm(u). Lâ ta’khudzuhû sinatuw wa lâ naûm(u). Lahû mâ fis-samâwâti wa mâ fil-ardl. Man dzal ladzî yasyfa’u ‘indahû illâ bi idznih(i). Ya’lamu mâ baina aidîhim wa mâ khalfahum. Wa lâ yuḫithûna bi syai’in min ‘ilmihî illâ bimâ syâ’a wasi’a kursiyyuhus-samawâti wal-ardl. Wa lâ ya’ûduhu ḫifdhuhumâ wahuwal-‘aliyyul-adhîm.
Allah, tiada yang layak disembah kecuali Dia yang hidup kekal lagi berdiri sendiri. Tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberikan syafaat di sisi-Nya kecuali dengan izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan dan di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu dari ilmu-Nya kecuali apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat menjaga keduanya. Dia maha tinggi lagi maha agung.
Lillâhi mâ fis-samâwâti wa mâ fil-ardl, wa in tubdû mâ fî anfusikum au tukhfûhu yuḫâsibkum bihillâh, fayaghfiru limay yasyâ'u wa yu'adz-dzibu may yasyâ', wallâhu 'alâ kulli syai'in qadîr.
Milik Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Jika kamu menyatakan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikannya, niscaya Allah membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Dia mengampuni siapa yang Dia kehendaki dan mengazab siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. (QS. Al-Baqarah: 284)
Âmanar-rasûlu bimâ unzila ilaihi mir rabbihî wal-mu'minûn, kullun âmana billâhi wa malâ'ikatihî wa kutubihî wa rusulih, lâ nufarriqu baina aḫadim mir rusulih, wa qâlû sami'nâ wa atha'nâ ghufrânaka rabbanâ wa ilaikal-mashîr.
Rasul (Muhammad) beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata), 'Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya.' Dan mereka berkata, 'Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami ya Tuhan kami, dan kepada-Mu tempat kembali.' (QS. Al-Baqarah: 285)
Lâ yukallifullâhu nafsan illâ wus'ahâ, lahâ mâ kasabat wa 'alaihâ maktasabat, rabbanâ lâ tu'âkhidznâ in nasînâ au akhtha'nâ, rabbanâ wa lâ taḫmil 'alainâ ishran kamâ ḫamaltahû 'alal-ladzîna min qablinâ, rabbanâ wa lâ tuḫammilnâ mâ lâ thâqata lanâ bih, wa'fu 'annâ waghfir lanâ war-ḫamnâ, anta maulânâ fanshurnâ 'alal-qaumil-kâfirîn.
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), 'Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.' (QS. Al-Baqarah: 286)
Bacaan #18 • Pelengkap Lengkap
Mode Lengkap
يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ ارْحَمْنَا ×٣
Yâ arḫamar-râḫimînar-ḫamnâ (3x)
Wahai Zat yang Maha Pengasih di antara para pengasih, kasihanilah kami. (3 kali)
Innallâha wa malâ'ikatahû yushallûna 'alan-nabiyyi yâ ayyuhal-ladzîna âmanû shallû 'alaihi wa sallimû taslîmâ.
Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. (QS. Al-Ahzab: 56)
Allâhumma shalli afdlalash-shalâti 'alâ as'adi makhlûqâtika sayyidinâ Muḫammadin wa 'alâ âlihî wa shaḫbihî wa sallim, 'adada ma'lûmâtika wa midâda kalimâtika kullamâ dzakarakadz-dzâkirûna wa ghafala 'an dzikrikal-ghâfilûn.
Ya Allah, limpahkanlah rahmat yang paling utama kepada makhluk-Mu yang paling bahagia, junjungan kami Nabi Muhammad, beserta keluarga dan sahabatnya, sebanyak ilmu-Mu dan sebanyak tinta kalimat-kalimat-Mu, setiap kali orang-orang yang ingat menyebut nama-Mu dan orang-orang yang lalai melupakan dzikir kepada-Mu.
Allâhumma shalli ‘alâ ḫabîbika sayyidinâ Muḫammadin wa ‘alâ âlihi wa shaḫbihi wa bârik wa sallim ajma‘în
Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada kekasih-Mu, pemimpin kami, Nabi Muhammad, berikut keluarga dan sahabatnya. Limpahkanlah pula berkah dan keselamatan kepada mereka semua.
Aku berlindung diri kepada Engkau dari setan yang di rajam. Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam, sebagaimana orang-orang yang bersyukur dan orang yang memperoleh nikmat sama memuji, dengan pujian yang sesuai dengan nikmatnya dan memungkinkan di tambah nikmatnya. Tuhan kami, hanya Engkau segala puji, sebagaimana yang patut terhadap kemuliaan Engkau dan keagungan Engkau. Ya Allah tambahkanlah kesejahteraan dan keselamatan kepada penghulu kami Nabi Muhammad dan kepada keluarganya.
Allâhumma taqabbal wa aushil tsawâba mâ qara’nâhu minal-qur’anil-‘adhîmi wa mâ hallalnâ wamâ sabbaḫnâ wamâstaghfarnâ wamâ shallainâ ‘alâ sayyidinâ Muḫammadin shallallâhu ‘alaihi wa sallamâ hadiyyatan wâshilatan wa raḫmatan nâzilatan wa barakatan syâmilatan ilâ ḫadlrati ḫabîbinâ wa syafî‘nâ wa qurrati a‘yuninâ sayyidinâ wa maulana Muḫammadin shallallâhu ‘alaihi wa sallamâ, wa ilâ jamî‘i ikhwânihi minal-anbiyâ’i wal mursalîna wal-auliyâ’i wasy-syuhadâ’i wash-shaliḫina wash-shaḫâbati wat-tâbi‘înâ wal-‘ulamâ’il-‘âmilîna wal-mushannifînal-mukhlashîna wa jamî‘il-mujâhidînâ fî sabîlillâhi rabbil-‘âlamîna wal-malâ’ikatil-muqarrabîna, khusûshan ilâ sayyidinâsy-Syaikhi Abdil Qâdir al-Jîlâni, tsumma ilâ arwâhi jami‘i ahlil-qubûri minal-muslimînâ wal-muslimâti wal-mu’minînâ wal-mu’minâti min masyâriqil-ardli wa maghâribihâ barrihâ wa baḫrihâ khusushan ilâ âbâ’inâ wa ummahâtinâ wa ajdâdinâ wa jaddâtinâ, wa nakhushshu khusûshan ilâ man ijtama‘nâ hahunâ bisababihi wa liajlihi.
Ya Allah, terimalah dan sampaikanlah pahala ayat-ayat Quranul ‘adhim yang telah kami baca, tahlil kami, tasbih dan istighfar kami, dan bacaan shalawat kami kepada penghulu kami Nabi Muhammad dan kepada keluarganya. Sebagai hadiah yang bisa sampai, rahmat yang turun, dan berkah yang cukup kepada kekasih kami, penolong dan buah mata kami, penghulu dan pemimpin kami, yaitu Nabi Muhammad ﷺ, kepada semua temannya dari para Nabi dan para Utusan, kepada para wali, pahlawan yang gugur (Syuhada), orang-orang yang salih, para sahabat, dan tabi’in (para pengikutnya); kepada para ulama yang mengamalkan ilmunya, para pengarang yang ikhlas, kepada semua pejuang di jalan Allah (membela agama-Nya), Allah raja seru sekalian alam; dan kepada para Malaikat muqarrabin, terutama Syekh Abdul Qadir al-Jilani, kemudian kepada ahli kubur, muslim yang laki-laki dan yang perempuan, mukmin yang laki-laki dan yang perempuan, dari dunia timur dan barat di darat dan di laut, terutama lagi kepada bapak-bapak kami, ibu-ibu kami, nenek-nenek kami yang laki-laki dan yang perempuan, lebih terutama lagi kepada orang yang menyebabkan kami sekalian berkumpul di sini dan untuk keperluannya.
Allâhummaghfirlahum warḫamhum wa ‘âfihim wa‘fu ‘anhum, allâhumma anzilir-raḫmata wal-maghfirata ‘alâ ahlil-qubûri min ahli lâ ilâha illallâhu muḫammadur-rasûlullahi
Ya Allah ampunilah mereka, kasihanilah mereka, dan maafkanlah mereka. Ya Allah turunkanlah rahmat, dan ampunan kepada ahlul kubur yang ahli mengucapkan “Laa ilaaha illaallah, Muhammadur rasulullah” (Tidak ada tuhan selain Allah, Muhammad Utusan Allah).
Rabbanâ arinâl-ḫaqqa ḫaqqan warzuqnât-tibâ‘ah, wa arinâl-bâthila bâthilan warzuqnâj tinâbah. Rabbanâ âtinâ fid-dunyâ ḫasanatan wa fil-âkhirati ḫasanatan wa qinâ ‘adzaban-nâr. Subḫâna rabbika rabbil-‘izzati ‘ammâ yashifun, wa salamun ‘alal-mursalîn, wal-ḫamdulillâhi rabbil-‘âlamîn. Al-fâtiḫah..
Tuhan kami, tunjukkanlah kami kebenaran dengan jelas, jadikanlah kami pengikutnya, tunjukkanlah kami perkara batil dengan jelas, dan jadikanlah kami menjauhinya. Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan jagalah kami dari siksa api neraka, Maha Suci Tuhanku, tuhan yang bersih dari sifat yang di berikan oleh orang-orang kafir, semoga keselamatan tetap melimpahkan kepada para Utusannya dan segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian Alam. Al Fatihah.
innamâ tundziru manittaba‘adz-dzikra wa khasyiyar-raḫmâna bil-ghaîb, fa basysyir-hu bimaghfiratiw wa ajring karîm
Sesungguhnya engkau (Nabi Muhammad) hanya (bisa) memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikutinya dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pengasih tanpa melihat-Nya. Berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia.
innâ naḫnu nuḫyil-mautâ wa naktubu mâ qaddamû wa âtsârahum, wa kulla syai'in aḫshainâhu fî imâmim mubîn
Sesungguhnya Kamilah yang menghidupkan orang-orang yang mati dan Kami (pulalah) yang mencatat apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka (tinggalkan). Segala sesuatu Kami kumpulkan dalam kitab induk yang nyata (Lauh Mahfuz).
idz arsalnâ ilaihimutsnaini fa kadzdzabûhumâ fa ‘azzaznâ bitsâlitsin fa qâlû innâ ilaikum mursalûn
(yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka mendustakan keduanya. Kemudian Kami menguatkan dengan (utusan) yang ketiga. Maka, ketiga (utusan itu) berkata, “Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang diutus kepadamu.”
qâlû mâ antum illâ basyarum mitslunâ wa mâ anzalar-raḫmânu min syai'in in antum illâ takdzibûn
Mereka (penduduk negeri) menjawab, “Kamu tidak lain hanyalah manusia seperti kami. (Allah) Yang Maha Pengasih tidak (pernah) menurunkan sesuatu apa pun. Kamu hanyalah berdusta.”
Mereka (penduduk negeri) menjawab, “Sesungguhnya kami bernasib malang karenamu. Sungguh, jika kamu tidak berhenti (menyeru kami), niscaya kami merajam kamu dan kamu pasti akan merasakan siksaan yang pedih dari kami.”
qâlû thâ'irukum ma‘akum, a in dzukkirtum, bal antum qaumum musrifûn
Mereka (para rasul) berkata, “Kemalangan kamu itu (akibat perbuatan) kamu sendiri. Apakah karena kamu diberi peringatan, (lalu kamu menjadi malang)? Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampaui batas.”
a attakhidzu min dûnihî âlihatan iy yuridnir-raḫmânu bidlurril lâ tughni ‘annî syafâ‘atuhum syai'aw wa lâ yungqidzûn
Mengapa aku (harus) mengambil sembahan-sembahan selain-Nya? Jika (Allah) Yang Maha Pengasih menghendaki bencana terhadapku, pasti pertolongan mereka tidak berguna sama sekali bagi diriku dan mereka (juga) tidak dapat menyelamatkanku.
a lam yarau kam ahlaknâ qablahum minal-qurûni annahum ilaihim lâ yarji‘ûn
Tidakkah mereka mengetahui berapa banyak umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan. Mereka (setelah binasa) tidak ada yang kembali kepada mereka (di dunia).
wa âyatul lahumul-ardlul-maitatu aḫyainâhâ wa akhrajnâ min-hâ ḫabban fa min-hu ya'kulûn
Suatu tanda (kekuasaan-Nya) bagi mereka adalah bumi yang mati (tandus lalu) Kami menghidupkannya dan mengeluarkan darinya biji-bijian kemudian dari (biji-bijian) itu mereka makan.
sub-ḫânalladzî khalaqal-azwâja kullahâ mimmâ tumbitul-ardlu wa min anfusihim wa mimmâ lâ ya‘lamûn
Mahasuci (Allah) yang telah menciptakan semuanya berpasang-pasangan, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka sendiri maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.
wa âyatul lahumul-lailu naslakhu min-hun-nahâra fa idzâ hum mudhlimûn
Suatu tanda juga (atas kekuasaan Allah) bagi mereka adalah malam. Kami pisahkan siang dari (malam) itu. Maka, seketika itu mereka (berada dalam) kegelapan.
(Suatu tanda juga atas kekuasaan Allah bagi mereka adalah) matahari yang berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan (Allah) Yang Mahaperkasa lagi Maha Mengetahui.
(Begitu juga) bulan, Kami tetapkan bagi(-nya) tempat-tempat peredaran sehingga (setelah ia sampai ke tempat peredaran yang terakhir,) kembalilah ia seperti bentuk tandan yang tua.
wa idzâ qîla lahumuttaqû mâ baina aidîkum wa mâ khalfakum la‘allakum tur-ḫamûn
Ketika dikatakan kepada mereka, “Takutlah kamu akan (siksa) yang ada di hadapanmu (di dunia) dan azab yang ada di belakangmu (akhirat) agar kamu mendapat rahmat,” (maka mereka berpaling).
wa idzâ qîla lahum anfiqû mimmâ razaqakumullâhu qâlalladzîna kafarû lilladzîna âmanû a nuth‘imu mal lau yasyâ'ullâhu ath‘amahû in antum illâ fî dlalâlim mubîn
Apabila dikatakan kepada mereka, “Infakkanlah sebagian rezeki yang diberikan Allah kepadamu,” orang-orang yang kufur itu berkata kepada orang-orang yang beriman, “Apakah pantas kami memberi makan kepada orang-orang yang jika Allah menghendaki, Dia akan memberinya makan? Kamu benar-benar dalam kesesatan yang nyata.”
qâlû yâ wailanâ mam ba‘atsanâ mim marqadinâ hâdzâ mâ wa‘adar-raḫmânu wa shadaqal-mursalûn
Mereka berkata, “Celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?” (Lalu, dikatakan kepada mereka,) “Inilah yang dijanjikan (Allah) Yang Maha Pengasih dan benarlah para rasul(-Nya).”
a lam a‘had ilaikum yâ banî âdama al lâ ta‘budusy-syaithân, innahû lakum ‘aduwwum mubîn
Bukankah Aku telah berpesan kepadamu dengan sungguh-sungguh, wahai anak cucu Adam, bahwa janganlah kamu menyembah setan? Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagi kamu.
al-yauma nakhtimu ‘alâ afwâhihim wa tukallimunâ aidîhim wa tasy-hadu arjuluhum bimâ kânû yaksibûn
Pada hari ini Kami membungkam mulut mereka. Tangan merekalah yang berkata kepada Kami dan kaki merekalah yang akan bersaksi terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.
walau nasyâ'u lathamasnâ ‘alâ a‘yunihim fastabaqush-shirâtha fa annâ yubshirûn
Seandainya Kami menghendaki, pastilah Kami akan menghapus penglihatan (membutakan) mereka sehingga mereka berlomba-lomba (mencari) jalan (selamat). Maka, bagaimana mungkin mereka dapat melihat?
walau nasyâ'u lamasakhnâhum ‘alâ makânatihim famastathâ‘û mudliyyaw wa lâ yarji‘ûn
Seandainya Kami menghendaki, pastilah Kami akan mengubah bentuk mereka di tempat mereka berada, sehingga mereka tidak sanggup meneruskan perjalanan dan juga tidak sanggup pulang kembali.
wa mâ ‘allamnâhusy-syi‘ra wa mâ yambaghî lah, in huwa illâ dzikruw wa qur'ânum mubîn
Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Nabi Muhammad) dan (bersyair) itu tidaklah pantas baginya. (Wahyu yang Kami turunkan kepadanya) itu tidak lain hanyalah pelajaran dan Al-Qur’an yang jelas,
liyundzira mang kâna ḫayyaw wa yaḫiqqal-qaulu ‘alal-kâfirîn
agar dia (Nabi Muhammad) memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup (hatinya) dan agar ketetapan (azab) terhadap orang-orang kafir itu menjadi pasti.
a wa lam yarau annâ khalaqnâ lahum mimmâ ‘amilat aidînâ an‘âman fa hum lahâ mâlikûn
Tidakkah mereka mengetahui bahwa Kami telah menciptakan untuk mereka hewan-hewan ternak dari ciptaan tangan Kami (sendiri), lalu mereka menjadi pemiliknya?
fa lâ yaḫzungka qauluhum, innâ na‘lamu mâ yusirrûna wa mâ yu‘linûn
Maka, jangan sampai ucapan mereka membuat engkau (Nabi Muhammad) bersedih hati. Sesungguhnya Kami mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka nyatakan.
wa dlaraba lanâ matsalaw wa nasiya khalqah, qâla may yuḫyil-‘idhâma wa hiya ramîm
Dia membuat perumpamaan bagi Kami dan melupakan asal penciptaannya. Dia berkata, “Siapakah yang bisa menghidupkan tulang-belulang yang telah hancur luluh?”
a wa laisalladzî khalaqas-samâwâti wal-ardla biqâdirin ‘alâ ay yakhluqa mitslahum, balâ wa huwal-khallâqul-‘alîm
Bukankah Zat yang menciptakan langit dan bumi mampu menciptakan manusia yang serupa mereka itu (di akhirat kelak)? Benar. Dialah yang Maha Banyak Mencipta lagi Maha Mengetahui.
Bismillâhir-raḫmânir-raḫîm. Al-ḫamdulillâhi rabbil-‘âlamîn, ḫamdan yuwâfî ni‘amahu wa yukâfi'u mazîdah. Yâ rabbanâ lakal-ḫamdu kamâ yanbaghî lijalâli wajhika wa ‘adhîmi sulthânik. Allâhumma shalli wa sallim ‘alâ sayyidinâ Muḫammadin wa ‘alâ âli sayyidinâ Muḫammad. Allâhumma innâ nastaḫfidhuka wa nastaudi‘uka adyânanâ wa anfusanâ wa ahlanâ wa aulâdanâ wa amwâlanâ wa kulla syai'in a‘thaitanâ. Allâhummaj‘alnâ wa iyyâhum fî kanafika wa amânika wa ‘iyâdzika wa jiwârika min kulli syaithânim marîd, wa jabbârin ‘anîd, wa dzi ‘ainin wa dzi baghyin wa min syarri kulli dzi syarr, innaka ‘alâ kulli syai'in qadîr. Allâhumma jammilnâ bil-‘âfiyati was-salâmah, wa ḫaqqiqnâ bit-taqwâ wal-istiqâmah, wa a‘idznâ min mûjibâtin-nadâmah, innaka samî‘ud-du‘â'. Allâhummaghfir lanâ wa liwâlidînâ wa li'aulâdinâ wa limasyâyikhinâ wa li'ikhwâninâ fid-dîn, wa li'ash-ḫâbinâ wa liman aḫabbanâ fîka wa liman aḫsana ilainâ wa lil-mu'minîna wal-mu'minât wal-muslimîna wal-muslimât, al-aḫyâ'i minhum wal-amwât. Warzuqnâ kamâlal-mutâba‘ati lisayyidinâ Muḫammadin shallallâhu ‘alaihi wa sallam, dhâhiran wa bâthinan fî ‘âfiyatin wa salâmah bi raḫmatika yâ arḫamar-râḫimîn. Wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ Muḫammadin wa ‘alâ âlihî wa shaḫbihî wa sallim. Wal-ḫamdulillâhi rabbil-‘âlamîn.
Artinya:
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, pujian yang sebanding dengan nikmat-nikmat-Nya dan menjamin tambahannya. Wahai Tuhan kami, bagi-Mu segala puji sebagaimana layak bagi keagungan Zat-Mu dan kebesaran kekuasaan-Mu. Ya Allah limpahkanlah sholawat dan salam atas junjungan kami Nabi Muhammad beserta segenap keluarga dan sahabatnya. Ya Allah kami memohon penjagaan-Mu dan kami menitipkan kepada-Mu agama kami, diri kami, keluarga kami, anak-anak kami, harta benda kami, dan segala sesuatu yang telah Engkau berikan kepada kami. Ya Allah jadikanlah kami dan mereka dalam naungan-Mu, keamanan-Mu, perlindungan-Mu, dan tetangga-Mu dari setiap setan pembangkang, penguasa zalim, orang berpandangan jahat, orang durjana, dan dari kejahatan segala yang berbuat jahat, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah indahkanlah kami dengan kesehatan dan keselamatan, kokohkanlah kami dalam takwa dan istiqamah, dan lindungilah kami dari hal-hal yang mendatangkan penyesalan. Ampunilah kami, kedua orang tua kami, anak-anak kami, guru-guru kami, dan segenap kaum mukminin dan mukminat. Aamiin ya Rabbal 'alamin.
📖 Sumber Rujukan: Kitab Majmu' Syarif Al-Kamil & Tradisi Pesantren Ahlussunnah wal Jama'ah
🤲 Tuntunan Doa Khususon untuk Ahli Kubur / Arwah Keluarga
Allâhummaghfir lahû (lahâ / lahum) war-ḫamhu wa ‘âfihî wa’fu ‘anhu, wa akrim nuzulahû wa wassi‘ mudkhalahû, waghsilhu bil-mâ'i wats-tsalji wal-barad, wa naqqihî minal-khathâyâ kamâ yunaqqats-tsaubul-abyadlu minad-danas, wa abdilhu dâran khairan min dârih, wa ahlan khairan min ahlih, wa adkhilhul-jannata, wa qihî fitnatal-qabri wa ‘adzâban-nâr.
Allâhumma anzilir-raḫmata wal-maghfirata ‘alâ ahlil-qubûri min ahli lâ ilâha illallâhu Muḫammadur rasûlullâh.
Artinya:
Ya Allah, ampunilah dia (laki-laki / perempuan / mereka), berilah rahmat kepadanya, selamatkanlah dia, maafkanlah kesalahannya, muliakanlah tempat persinggahannya, dan lapangkanlah kuburnya. Bersihkanlah ia dengan air, salju, dan embun, serta sucikanlah ia dari segala dosa sebagaimana kain putih disucikan dari kotoran. Gantilah rumahnya dengan rumah yang lebih baik, keluarganya dengan keluarga yang lebih baik, masukkanlah dia ke dalam surga, dan lindungilah dia dari fitnah kubur dan siksa neraka.
Ya Allah, turunkanlah limpahan rahmat dan ampunan-Mu kepada segenap penghuni kubur dari kalangan ahli La ilaha illallah Muhammadur Rasulullah.
📖 Sumber Rujukan: Shahih Muslim no. 963 & Kitab Riyadhus Shalihin
Tahlil & Yasin
Tuntunan Menuntun Orang Sakit Menjelang Sakaratul Maut (Talqin)
Mendampingi keluarga atau tetangga yang sedang dalam kondisi sakaratul maut memerlukan pemahaman dan kelembutan sikap agar kepergiannya dipermudah All...
Shalawat Nariyah (atau Shalawat Tafrijiyyah) merupakan salah satu bacaan shalawat masyhur yang sering diamalkan masyarakat untuk memohon kelancaran ha...
Doa Memohon Husnul Khatimah untuk Diri dan Seluruh Warga
Akhir kehidupan yang baik (husnul khatimah) merupakan cita-cita tertinggi setiap muslim. Menjaga keistiqamahan ibadah dan senantiasa berdoa adalah ikh...
Fadhilah Surat Al-Ikhlas Tiga Kali dalam Rangkaian Tahlil
Dalam rangkaian tahlilan warga, Surat Al-Ikhlas selalu dibaca sebanyak 3 kali berturut-turut sebelum melanjutkan ke Surat Al-Falaq dan An-Nas.
Lafadz...
Keutamaan Sayyidul Istighfar: Rajanya Doa Memohon Ampunan
Sayyidul Istighfar merupakan lafadz permohonan ampunan paling mulia dan agung yang diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW.
Lafadz lengkap Sayyidul Is...
Adab Menghadiri Majelis Yasinan & Tahlilan di Lingkungan RT
Majelis yasinan dan tahlil keliling rumah warga di RT 02 merupakan sarana perekat tali silaturahmi sekaligus wadah memperbanyak pahala kebaikan.
Adab...
Setelah selesai membaca surat Yasin dan rangkaian tahlil, doa arwah dipanjatkan untuk memohonkan rahmat dan ampunan bagi segenap almarhum orang tua, k...
Kalimat Tauhid merupakan pondasi keimanan seorang mukmin. Di dalam majelis tahlilan warga, kalimat ini dilafadzkan berulang kali dengan khusyuk untuk ...
Surat Yasin sering disebut sebagai jantung Al-Qur'an (Qalbul Qur'an). Membaca Surat Yasin secara rutin pada malam Jum'at telah menjadi amalan mulia ya...
📖 Kitab Tafsir Ibnu Katsir & Syu'abul Iman karya Al-Baihaqi
Baca Lengkap →
Tahlil & Yasin
Keutamaan Beramal & Sedekah Atas Nama Orang Tua yang Telah Wafat
Berbakti kepada kedua orang tua (birrul walidain) tidak terputus meskipun orang tua telah berpulang ke rahmatullah. Salah satu amalan terbaik yang dis...
Dalam tradisi pengajian warga RT, menghadiahkan pahala bacaan surat Al-Qur'an dan doa kepada ahli kubur merupakan wujud bakti anak kepada orang tua da...
Tata Cara & Adab Ziarah Kubur Sesuai Sunnah Rasulullah SAW
Ziarah kubur merupakan salah satu amalan mulia yang dianjurkan dalam Islam untuk mengingatkan diri akan kematian dan alam akhirat, sekaligus mendoakan...
Surat Yasin: Fadhilah, Keutamaan & Panduan Membacanya
Surat Yasin adalah surat ke-36 dalam mushaf Al-Qur'anul Karim, terdiri dari 83 ayat dan termasuk kelompok surat Makkiyyah. Di kalangan warga Nahdliyyi...
Tradisi pembacaan Tahlil merupakan untaian dzikir, ayat-ayat suci Al-Qur'an, sholawat, dan doa yang dihadiahkan pahalanya kepada Baginda Rasulullah SA...
📖 Majmu' Syarif Kamil & Tradisi Amaliyah PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama)
Baca Lengkap →
⭐ SURVEI KEPUASAN & KOTAK SARAN WARGA
Masukan & Penilaian Kepuasan
Suara dan aspirasi Anda sangat berharga demi kemajuan RT. 02 RW. 01 Desa Brecek.